
Beberapa hari ini, kami menerima 2 barang yang bisa dikatakan sudah rusak. Tetapi minta diperbaiki agar kembali seperti semula. 2 barang ini adalah meja tenis (meja pingpong) dan meja kursi kayu.
Untuk meja pingpong, kerusakannya lebih dari 60%, mejanya yang terbuat dari MDF sudah hilang 1 bagian, sementara bagian lain sudah keropos dan melengkung di sana sini. Untuk kaki – kakinya yang terbuat dari besi juga keropos di sana sini. Kekurangan meja pingpong dari bahan MDF memang seperti ini, kurang dari 1 tahun, pasti akan ada tanda – tanda melengkung, karena terbuat dari kayu partikel yang kekuatannya hanya dari lem saja. Makanya sebaiknya diganti dengan kayu solid, terutama kayu jati, yang dijamin puluhan tahun tidak akan melengkung.
Selain mejanya, kaki – kaki besinya juga harus diperbaiki, ada sejumlah keropos, bahkan ada yang patah disatu dua bagian. Sehingga perlu di las dan di cat ulang secara total. Cukup banyak yang perlu diperbaiki. Tetapi tentu saja sayang jika harus dibuang, membuat baru biayanya juga tidak murah.
Untuk meja kursi kayu, kerusakannya malah lebih banyak, 70-80%, kenapa perlu diperbaiki, karena barang ini adalah kenangan dari orang tua, sehingga sayang sekali jika dibuang begitu saja, ada nostalgia di sini. Padahal, jika kami amati, yang masih bisa dipertahankan hanya kerangkanya saja yang tebuat dari kayu jati, sementara jok dan sandaran sudah rusak dan harus diganti total.
Setelah kami hitung – hitung, biayanya juga setara dengan tingkat kerusakannya, sekitar 70-80% dari pembelian meja kursi baru. Tetapi karena customernya meminta untuk diperbaiki, jadilah kami perbaiki. Mengganti semua jok dan sandaran dengan busa dan kulit imitasi (oscar) yang baru dan finishing ulang untuk kayu kerangkanya.
Itulah cerita kami, tidak selalu harus membuat mebel dan furniture baru agar rumah atau kantor menjadi hidup kembali, manfaatkan yang ada, dari pada memenuhi gudang, dibuang juga tidak ada yang mau ngambil. Diperbaiki menjadi satu solusi.